Jumat, 24 Juli 2015

Periscope Raja Video



Periscope merupakan aplikasi Live Streaming yang memungkinkan pengguna untuk streaming video langsung dengan smartphone anda. Periscope merupakan aplikasi yang langsung menggugah pengguna sosial media memberitahukan orang lain ketika Anda streaming video langsung dari diri Anda, orang lain, atau apa pun yang terjadi di sekitar Anda.

Periscope merupakan pengakusisian dari aplikasi terdahulunya yaitu Twitter. Twitter baru-baru ini meluncurkan Periscope, aplikasi streaming dalam versi beta sejak Januari kemarin. Dahulu saat peluncuran aplikasi Periscope hanya tersedia di iOS saja namun sekarang bisa dinikmati di platform Android.


Namun jarang ada orang yang tahu bahwa Periscope ini dahulunya punya pesaing yang bernama Meerkat. Meerkat juga merupakan aplikasi Live Streaming yang juga sangat bergantung pada platform Twitter hanya 2 minggu sebelum Periscope diluncurkan. Pendiri Meerkat Ben Rubin mengatakan bahwa aplikasi nya sudah memiliki pengguna lebih dari 400.000 users saat itu.

Periskop merupakan pengembangan selama satu tahun dari Twitter, tapi Twitter gagal cepat memperkenalkan dan memasarkan produk setelah membeli perusahaan pada bulan Januari, memungkinkan Meerkat untuk mencuri sorotan. Dua minggu yang lalu, akses Twitter membatasi Meerkat untuk grafik sosial sehingga pengikut Twitter pengguna tidak lagi muncul secara otomatis di Meerkat.

Waktu mencatat bahwa kedua aplikasi ini sama-sama menampilkan video stream yang aktif. Kedua aplikasi ini  juga memungkinkan pengguna mengakses kemampuan penyiaran mereka segera dari layar utama, dengan tombol yang memungkinkan mereka segera meluncurkan kamera dan mulai berbagi dengan dunia

Beberapa berspekulasi bahwa Twitter akan mungkin membeli Meerkat, tetapi kenyataanya yang diperkenalkan dan ditenarkan adalah Periscope, dilaporkan Twitter membayar 100 juta dollar untuk membayarnya. Kedua aplikasi ini bekerja dengan cara yang sama, tapi Periscope jauh lebih melekat ke users dibanding pesaingnya yaitu Meerkat.

Kembali menyimak keunggulan Periscope, Periscope memungkinkan Anda menyukai video sebanyak yang Anda inginkan dengan menekan layar untuk mengirim "cinta" hati untuk memberitahu penyiar bahwa Anda menyukai apa yang Anda tonton. Menyukai posting menyebabkan hati mengambang muncul di pojok kanan bawah aplikasi, dan penyiaran dapat melihat secara real time bagian livestream mereka yang paling menarik untuk audiens mereka. User dapat mengomentari videonya, namun tulisan mereka tidak muncul di Twitter, agar menjaga aplikasi ini yang terpisah dan pemotongan di atas tweet. 

Periscope juga menyimpan dan memberikan notifikasi livestreams sehingga user dapat menonton mereka nantinya, yang membuatnya lebih mudah bagi pengguna untuk menikmati video pada aplikasi ini. Kekurangannya, video di periscope tidak bisa disimpan lama-lama. Jadi fokus periscope ini unsur live-nya. Real time video atau hanya bisa di replay max dalam 24 hours.

Pendiri Periscope Kayvon Beykpour berharap aplikasi ini memberikan sekedar lebih dari livestream, dan menjaga Periscope untuk lebih berkembang. Selain itu, Beykpour mengatakan bahwa Periscope tidak ingin berurusan dengan harus mengubah identitas Twitter.  

"Sangat sulit untuk mengubah persepsi orang tentang produk kami selama bertahun-tahun. Meskipun fitur-fitur lainnya layak untuk ada dalam Twitter, saya tidak berpikir itu cara yang tepat untuk memulai pengalaman baru yang kita anggap istimewa''. Beliau menjelaskan bahwa itu tidak berarti bahwa dua produk tidak akan dikombinasikan, hanya saja itu tidak akan terjadi segera.  
Di era digital saat ini memungkinkan aplikasi Periscope merupakan terobosan baru untuk platform sosial media saat ini. Fakta membuktikan budaya selfie yang marak terjadi sudah menjadi akrab di kalangan user sosial media dan orang-orang sudah mulai merasa nyaman dengan video. 

Kemajuan teknologi sekarang ini dan menjamurnya smartphone untuk kalangan menengah dan kebawah juga kecepatan koneksi saat ini meupakan kekuatan pendorong untuk aplikasi Periscope menjadi THE NEXT SOSIAL MEDIA.

THE END.

Ruki Hermawan

1 komentar:

Berikan komentar atau tanggapan positif tentang blog ini. Blog ini mengaktifkan fitur moderasi. Komentar bersifat spam tidak akan dipublikasi. Terima Kasih